Menu Utama

Google Search

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday39
mod_vvisit_counterYesterday88
mod_vvisit_counterThis week330
mod_vvisit_counterLast week676
mod_vvisit_counterThis month2302
mod_vvisit_counterLast month3499
mod_vvisit_counterAll days138982

MENINGKATKAN RENDEMEN DAN KUALITAS BERAS GILING MELALUI REVITALISASI SISTEM PENGGILINGAN PADI RAKYAT

Beras di samping berfungsi sebagai makanan pokok juga merupakan komoditas sosial politik yang strategis, sehingga permasalahan perberasan menjadi suatu agenda yang sangat penting ketika dihadapkan pada masalah ketersediaan, efisiensi, dan daya saing. Rendemen giling dari tahun ke tahun mengalami penurunan secara kuantitatif dari 70% pada akhir tahun 70 an menjadi 65% pada tahun 1985, 63,2 pada tahun 1999, dan pada tahun 2000 paling tinggi hanya 62%, bahkan kenyataan di lapang di bawah 60%.  Apabila 1 % penurunan rendemen maka kehilangan kuantitatif beras lebih dari 500.000 ton, maka angka ini bernilai kerugian devisa setara lebih dari 117,5 juta USD per tahun (asumsi produksi nasional 50 juta ton dan harga beras 235 USD/ton; KOMPAS,2001).

Di sisi lain, usaha penggilingan padi sebagai mata rantai usaha pengolahan gabah menjadi beras dan piranti suplai beras dalam sistem perekonomian masyarakat Indonesia, dituntut untuk memberikan kontribusi dalam penyediaan beras nasional baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu usaha penggilingan padi perlu dikembangkan dan ditingkatkan kinerjanya, mengingat perannya sebagai pusat pertemuan antara produksi, pengolahan dan pemasaran.  Berdasarkan kenyataan ini, penurunan rendemen giling merupakan salah satu masalah perberasan yang memerlukan penanganan secara menyeluruh dan bertahap untuk mencegah semakin besarnya kerugian yang terjadi maupun dalam menjaga keamanan pangan.

Kondisi rendemen di Indonesia
Analisis deskriptif dari hasil survey terhadap 89 perusahaan penggilingan padi di 6 Provinsi lumbung beras, menunjukkan bahwa susunan komponen mesin penggilingan padi (konfigurasi) berpengaruh terhadap rendemen beras giling dan kualitas beras giling.  Rendemen beras giling yang dihasilkan oleh penggilingan padi kecil (PPK) yang berkonfigurasi sederhana yaitu Husker-Polisher (H-P) rata rata sebesar hanya 55.71 % dengan kualitas beras kepala 74.25 % dan beras patah 14.99 %. Sedangkan penggilingan padi skala menengah (PPM) dengan konfigurasi Cleaner-Husker-Separator-Polisher (C-H-S-P) menghasilkan rendemen, kualitas beras kepala, dan broken masing masing 59.69%,  75.73 % dan 12.52 %.  Adapun penggilingan padi besar (PPB) yang memiliki konfigurasi Dryer – Cleaner – Husker – Separator – Polisher – Grader (D-C-H-S-P-G) menghasilkan rendemen 61.48 % dengan kualitas beras kepala 82.45 % dan broken 11.97 %.

altRendemen beras giling yang dicapai oleh industri penggilingan padi masih dibawah rendemen teoritis maupun hasil uji laboratorium; terutama rendemen yang dicapai oleh penggilingan padi berkonfigurasi sederhana. Rendemen dan kualitas beras giling yang dihasilkan oleh konfigurasi PPM (C-H-S-P) lebih tinggi dibandingkan konfigurasi PPK (H-P) dengan perbedaan komponen konfigurasi paddy cleaner (pembersih gabah) dan separator (pemisah beras pecah kulit dengan gabah tidak terkupas).  Peningkatan ini dapat dicapai antara lain karena bahan baku gabah yang digiling oleh PPM relatif lebih memenuhi standar gabah siap giling dalam hal kadar air dan lebih bersih dengan digunakannya paddy cleaner.

Pada konfigurasi yang menggunakan separator, tekanan roll karet pada husker pada proses pengupasan bisa dikurangi untuk mengurangi resiko beras patah pada proses lanjut, sehingga walaupun jumlah gabah tidak terkupas menjadi lebih tinggi (30-40 %) akan tetapi kemudian gabah tersebut dipisahkan oleh separator dan masuk kembali ke husker untuk proses pengupasan ulang.

Selanjutnya bila dilakukan penambahan alsin pengering (dryer) dan alsin pembersih (grain cleaner) untuk melengkapi konfigurasi sederhana pada PPK, diharapkan akan diperoleh peningkatan rendemen beras giling mendekati 2.5 % dan bila dilengkapi lagi dengan separator peningkatan rendemen bisa mencapai 4-5 %.  Apabila konfigurasi sederhana yang umumnya dimiliki oleh PPK yang jumlahnya mencapai lebih dari 65 % dari keseluruhan industri penggilingan padi di Indonesia dan menggiling 70 % total kapasitas giling nasional (ODA, 1995); disempurnakan dari Husker-Polisher menjadi Dryer-Cleaner-Husker-Polisher atau Dryer-Cleaner-Husker-Separator-Polisher, maka dengan peningkatan rendemen beras 2.5 % - 5 % secara kuantitatif dapat diamankan sekitar 568,750 – 1.137.500 ton beras senilai $ 133.7 juta US - $ 267.3 juta US per tahun.

Peluang ini menjadi ladang pemberdayaan industri PPK yang konsumennya adalah petani kecil dan penderep.  Kecuali memberikan bantuan kepada pemilik PPK, juga sekaligus memberikan peluang kepada penderep untuk memperoleh hasil giling lebih banyak dengan mutu yang lebih baik serta meningkatnya nilai tambah.

Faktor yang mempengaruhi rendemen
Permasalahan rendemen dan mutu giling juga tidak terlepas dari aspek budidaya padi (good farming practice) yang meliputi sifat genetic (varietas) dan perlakuan saat budidaya (benih, pupuk, penyiapan lahan, pemberantasan hama dan gulma, irigasi) yang pada kenyataannya memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap rendemen yang dihasilkan.  Oleh karena itu, posisi penggilingan padi menjadi strategis dalam masalah perberasan mengingat pada titik ini merupakan muara aliran produksi padi di hulu dan memprosesnya menjadi olahan primer di hilir, sehingga industri penggilingan padi terutama skala kecil (PPK) juga merupakan simpul industri pedesaan. Disamping itu penggilingan padi juga merupakan  penentu atas ketersediaan dan mutu pangan, tingkat harga dan pendapatan petani, serta peluang penyediaan lapangan kerja pedesaan. Dengan demikian menjadi sangat strategis apabila PPK menjadi target pemberdayaan di pedesaan untuk menolong petani kecil yang selalu berposisi tawar lemah. [ Rudi…]

 

alt

 

alt

 

alt

 

Last Updated ( Thursday, 06 August 2009 17:51 )  
You are here: Home Inovasi Prosessing MENINGKATKAN RENDEMEN DAN KUALITAS BERAS GILING MELALUI REVITALISASI SISTEM PENGGILINGAN PADI RAKYAT

Lates News

Popular News

Perpadi

Web ini adalah situs resmi Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI).